Muse Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bedah Ajaran "Gereja Shincheonji' Yang Sudah Masuk ke Indonesia

Bedah Ajaran "Gereja Shincheonji' Yang Sudah Masuk ke Indonesia

 


Shincheonji, atau disingkat SCJ, nama lainnya adalah "Gereja Yesus Shincheonji, Kuil Tabernakel Kesaksian" yang berpusat di Korea Selatan. Pendirinya adalah Lee Man-Hee dan saat ini mengklaim memiliki lebih dari 200.000 pengikut. Kata Shincheonji sendiri merupakan gabungan dari istilah Korea yang berarti“surga baru”, “bumi baru”. Shincheonji memiliki sebuah lembaga pendidikan Alkitab yang bernama Center Misi Kristen Sion untuk memberikan kursus atau pendalaman ajaran mereka.  

Gereja Shincheonji sangat aktif dalam kegiatan pendidikan, budaya dan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial. Gereja menjalankan beberapa organisasi aksi sosial yang menyamarkan hubungan mereka dengan ajaran Shincheonji. Salah satu acara mereka yang lebih terkenal adalah festival atletik bergaya Olimpiade.

Grup ini dipimpin oleh seorang pemimpin karismatik, Lee Man-Hee, yang mengaku memiliki kemampuan khusus untuk menafsirkan Alkitab. Ketika ditantang tentang otoritasnya, Lee bisa mengelak, tetapi dia sering menyiratkan bahwa dia abadi dan bahwa keselamatan membutuhkan iman kepadanya, bukan pada Yesus Kristus. Faktanya, gereja Shincheonji Lee mengajarkan bahwa Alkitab terutama terdiri dari metafora, dan hanya dia sendiri yang memiliki karunia rohani untuk menafsirkannya dengan benar.

Shincheonji menawarkan kelas Alkitab gratis, yang tentu saja condong ke teologi mereka. Namun, mereka yang terlibat dalam SJC juga diajari bahwa bukti tandingan atau bentuk diskusi lainnya adalah ujian iman mereka. Hal ini menyebabkan mereka mengabaikan fakta, alasan, dan bukti yang bertentangan dengan ajaran Lee Man-Hee. Dalam beberapa kasus, murid-murid Shincheonji dihalangi untuk membaca berita atau menggunakan internet, karena media ini dapat berisi tantangan yang berpotensi memberatkan iman mereka.

Ajaran palsu merupakan ciri khas kultus. Shincheonji mengajarkan bahwa 144.000 yang disebutkan dalam Wahyu 7:4 adalah anggota dari 12 “suku” Shincheonji. Kelompok itu menyangkal Trinitas. Ia mengklaim semua malaikat adalah manusia dan, tentu saja, hanya Lee Man-Hee yang memiliki kemampuan untuk menafsirkan Firman Tuhan dengan benar. Faktanya, Shincheonji melangkah lebih jauh dengan mengklaim bahwa Wahyu 7:2 adalah referensi khusus ke Korea ("Timur") dan Lee ("malaikat" pertama) sendiri.

Banyak yang terjebak dengan ajaran Shincheonji di Korea Selatan yang juga mengembangkan sayapnya ke luar negeri setelah mendapat tekanan dari Pemerintah Korsel. Cara atau pendekatan mereka sangat cerdik yaitu melalui kerjasama pendidikan dan budaya.

Sepak terjang Shincheonji di Indonesia terdeteksi dengan cara  mereka berkamuflase melalui webinar, lomba menggambar dan kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Caranya cerdik tapi sangat licik, Shincheonji masuk melalui 3 NGO Korea yaitu HWPL (Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light" ), IWPG ( International Women’s Peace Group ) dan IPYG .

Media-media nasional juga ikut memberitakan aktivitas HWPL ini. Kompas, JPNN, Media Indonesia misalnya. Lalu di Instagram, akun IG dari IPWG Indonesia gencar posting kegiatan yang mereka lakukan. IWPG, yang mengklaim organisasi perdamaian, masif melakukan virtual meeting, mengadakan webinar dan training buat para perempuan dan juga para guru atau pengajar khusus perempuan di Indonesia atau seluruh dunia via ZOOM.

Dengan mengusung kerjasama pendidikan, HWPL masuk ke kampus-kampus dan IWPG bergerilya ke sekolah-sekolah menyasar pelajar SD-SMA dengan kompetisi menggambar. Saat mendaftar harus mengisi kontak orang tua atau wali lewat Google Form.

Ketika mereka sudah punya data no telepon maka mereka pun melancarkan aksinya. Orang Shincheonji akan melakukan kontak dengan japri lewat Whatsapp untuk mempromosikan ajaran Shincheonji. Mereka akan memilah dan mengutamakan yang Kristen karena lebih mudah menarik ke dalam komunitas Shincheonji.

Tahun ini mereka mengadakan kembali lomba menggambar dengan mengusung tema International Loving-Peace Art Competition. Ternyata mereka sudah mengadakan lomba dari tahun 2021 lalu dengan peserta 170 pelajar dan pemenangnya masuk ke media-media lokal di Indonesia. Pemenangnya juga akan dibawa ke Korea untuk menerima penghargaan di sana. Gimana nggak tertarik anak-anak.

Lomba ini sudah berjalan di beberapa kota di Indonesia, baik via zoom dan onsite. Bahkan ada Sekolah Kristen ikut mempromosikan lomba ini via Instagram. Miris.

Banyak orang Kristen di Indonesia sudah masuk ke dalam Shincheonji. Info yang saya dapat adalah ada satu grup dengan memakai nama suku (mereka memakai istilah ‘tribe’ atau suku) dengan anggota 4126 orang. Itu baru satu dari 12 tribe(suku) yang ada di Indonesia.

Anggota yang sudah masuk di Shincheonji akan sulit untuk keluar dari komunitas ini. Yang parah adalah mereka yang masuk anggota Shincheonji akan menolak untuk menjalin relasi dengan keluarganya termasuk keluarga kandungnya, kecuali anggota keluarganya sudah masuk menjadi anggota. Ini kejadian di Korea, Indonesia dan di manca negara. Jadi Shincheonji itu aslinya membawa perpecahan dan merusak relasi keluarga dan persahabatan walaupun mereka suka mengusung tema ‘perdamaian’ dalam gerakannya. Ekstrimnya, anggota Shincheonji akan meninggalkan keluarganya atau kabur dari rumah.

Seorang pendeta Methodis dari Korea sampai membuat video dalam bahasa Indonesia (dengan suara robot dan memakai terjemahan Google). Dia sampai bela-belain membuatnya supaya memberikan peringatan kepada orang Kristen di Indonesia agar jangan sampai terjerumus ke dalam ajaran Shincheonji. Karena korban-korbannya di Korea dan di manca negara sudah sangat banyak.

Ini link videonya: https://www.youtube.com/watch?v=JBuFMS-YQYs

Shincheonji ini bergerilya secara masif via medsos memikat orang Kristen di negeri ini. Bahayanya adalah negara kita ini banyak penggemar K-POP atau drakor. Apalagi mereka punya database hamba Tuhan atau pendeta di Indonesia.

Mereka juga rajin mengirim ajakan untuk Bible Study atau belajar Alkitab via WA. Siapa nggak tergoda ketika pengirimnya itu cewek dengan nama pengirim berbau atau bermarga Korea? Apalagi bisa berbahasa Indonesia dan seolah mau peduli, ‘care’ dan ingin membantu Anda untuk mengalami ‘healing’? Ini jurus mautnya dan kalau tak waspada, kelar dah.

GI Ronny / Inspironi



Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.